Penjelasan dan Daftar Phrasal Verbs Lengkap beserta Contoh Kalimatnya

Kalau kalian penggemar film ataupun lagu dalam bahasa Inggris, kalian tentu tak asing dengan phrasal verb. Kemungkinan juga kalian sudah mendengar maupun melihatnya namun tidak tahu jika sebenarnya frasa tersebut merupakan phrasal verb, contohnya saja I won’t let you down.

Kalimat ini kerap ada pada beberapa dialog ataupun lirik dalam bahasa Inggris (tapi sayangnya mimin tak tahu tepatnya film atau lagu apa itu) dan memiliki sebuah phrasal verb di dalamnya. Nah, sebelum tambah penasaran tentang apa itu phrasal verb, langsung saja simak Penjelasannya di bawah ini.

picking up pebble

The child is picking up a pebble, via flickr.com


Apa yang Dimaksud Dengan “Phrasal Verb”?

Sebuah phrasal verb merupakan sebuah kata kerja yang terdiri dari lebih dari satu kata yang membentuknya. Hampir sebagian besar dari phrasal verb terdiri dari dua kata, dimana kata yang pertama merupakan kata kerjanya sendiri, sedangkan kata keduanya bisa berupa sebuah preposisi (preposition) atau sebuah kata keterangan (adverb). Sehingga membentuk pola umum seperti berikut.

Verb + Preposition/Adverb

Contoh dari phrasal verb yang memiliki pola seperti itu yakni get up [get (verb) + up (preposition)], put off [put (verb) + off (adverb)], turn on [turn (verb) + on (preposition)], object to [objet (verb) + to (preposition)], dan apply for [apply (verb) + for (preposition)]. Meski begitu, ada juga beberapa phrasal verb yang terdiri dari tiga kata, misalnya look forward to, come down with, get away with, dan lain sebagainya.

Terkadang kita bisa menebak arti dari sebuah phrasal verb hanya dari arti yang terkandung pada kata-kata pembentuknya, sebagai contoh come in [come (datang) + in (di dalam)] bisa ditebak berarti masuk (ke dalam). Akan tetapi, kita akan lebih sering menemukan phrasal verb yang memiliki arti sama sekali berbeda dari arti kata kerja yang membentuknya.

Sebagai contoh saja, put off memiliki arti menunda yang mana lumayan berbeda artinya dengan bentuk put = menaruh/meletakkan, dan look forward to = menantikan/menunggu (dengan penuh harap), memiliki arti yang cukup berbeda dengan arti dari look = melihat.

Layaknya kata kerja tunggal (verb), beberapa phrasal verb ada yang tergolong ke dalam “transitive” (kata kerja yang membutuhkan objek) dan kata kerja “intransitive” (kata kerja yang tak membutuhkan objek). Untuk lebih jelasnya perhatikan beberapa contoh penjelasan berikut:

take off (transitive) = melepas/mencopot

Contoh:

Diana took off her raincoat and sat near the fireplace to get her body warm.
(Diana melepas jas hujannya dan duduk dekat perapian untuk menghangatkan badan.)

get up (intransitive) = bangun

Contoh:

My mother usually gets up earlier than all of family members to prepare the breakfast.
(Ibu aku biasanya bangun lebih awal dari anggota keluarga lain untuk menyiapkan sarapan.)

Selain itu, beberapa phrasal verb juga bisa menjadi transitive ataupun intransitive sekaligus. Sebagai contoh:

join in (transitive/intransitive) = bergabung/ikut serta

Contoh:

We all joined in the English club last month.
(Kita semua bergabung di klub Bahasa Inggris bulan lalu.)

Sarah wanted us to join in the English club.
(Sarah ingin kita untuk ikut serta dalam klub Bahasa Inggris.)


Pada Bagian Mana Objek Diletakkan Dalam Phrasal Verb?

Tak seperti halnya intransitive phrasal verb yang tak memerlukan objek, pada transitive phrasal verb ada beberapa pertimbangan yang perlu dipahami dalam menentukan dimana letak objek ditempatkan.

  • Jika phrasal verb diakhiri dengan preposition, preposition harus berada tepat setelah kata kerja utama, sehingga tak bisa dipecah dengan menyisipkan objek di tengahnya.
  • Contoh:

    apply for (something) = melamar

    I have applied for a job as an English tutor.
    (Aku telah melamar pekerjaan sebagai tutor Bahasa Inggris.)

    object to (something) = menolak/tidak menyetujui

    After Reni read the contract, she strongly objected to the terms because it’s unfair.
    (Setelah Reni membaca kontraknya, dia secara tegas menolak ketentuannya karena tidak adil.)

  • Jika phrasal verb diakhiri dengan sebuah adverb, ada tiga kemungkinan yang bisa saja terjadi.
    1. Jika kamu menggunakan sebuah noun phrase (frasa kata benda), kamu bisa meletakkan objek sebelum ataupun setelah adverb.
    2. Contoh:

      call off = membatalkan

      Rama has called off the wedding. ATAU Rama has called the wedding off.

      turn on = menyalakan

      Turn on your computer and I will teach you about the work. ATAU Turn your computer on and I will teach you the work.

    3. Jika kamu menggunakan sebuah pronoun atau kata ganti (him, her, it, them, dll.) sebagai objek, kamu harus meletakkannya sebelum adverb.
    4. Contoh:

      keep (something) up = melanjutkan/meneruskan (performa) dengan tingkat yang sama

      I will keep it up to achieve the best player this season. BUKAN I will keep up it to achieve the best player this season.

    5. Jika kamu menggunakan sebuah frasa yang panjang, biasanya objek akan diletakkan pada akhir ataupun setelah phrasal verb.
    6. Contoh:

      Rendra has called off the wedding that was planned for next month.
      (Rendra membatalkan pernikahannya yang telah direncanakan untuk bulan depan.)

      I will keep up the top performance that I’ve shown for a week to achieve the best player of this season.
      (Aku akan meneruskan performa puncak yang telah aku tunjukkan selama sepekan agar mendapatkan pemain terbaik musim ini.)


    Daftar Phrasal Verb Bahasa Inggris Beserta dan Contoh Kalimatnya

    Daftar akan segera ContohText update dalam waktu dekat. Sabar dulu ya guys!